Memaparkan catatan dengan label Ayahda. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Ayahda. Papar semua catatan

Sabtu, Januari 14, 2012

Siapa dia?



Masa berlalu dengan banyak peristiwa dan perubahan diri dan persekitaran. Setiap Add Imagesaat ada saja perubahan yang berlaku, sehingga adakalanya aku jadi kaku n bisu melihat perubahan demi perubahan yang rakus. Kecilnya dipujuk-pujuk, didukung-dukung, dipeluk dan dicium, bila dewasa hilang segalanya bagai tidak pernah diingat akan segala perilaku dan perbuatan yang menyimpul dikalbu. Adakah kedewasaan menjarakkan kasih sayang yang dipupuk hilang ditelan waktu? Begitulah nasib Ibu, melahir, membesar dan melepaskan sang tambatan jiwa pergi berlalu...... mungkin pabila tiada nyawa dijasad baru tambatan jiwa mengenang pujukan Ibu, kendungan Ayah dan peluk cium kedua orang tua..... Maka tidak salahlah andainya segala kisah sepi wargatua di paparkan untuk renungan kita, agar melihat siapa pada insan tua yang kita panggil Ibu dan Ayah.....


Malunya diri bila melihat warga tua berjalan sendirian terhencut-hencut dijalan, menahan bas ditengah panas mentari dan goyah ditiup angin lori lalu-lalang ketika melintas jalan.... sibuk sungguh sang tambatan jiwa hingga membiarkan situa sendirian mengurus diri, kerana sedar tambatan jiwanya sibuk..... usahkan meneman malah bertanya kabar pun tidak sekali, kerana tiada ruang untuk bercerita dengan situa.... bukan mengata hanya mengimbas peristiwa yang banyak terjadi kini, namun itulah kenyataannya, andai aku bisa putur waktu silam akan ku bahagiakan orang tua ku lebih dari yang pernah aku lakukan untuk mereka....Alfatiha untuk kedua armarhum orang tua ku yang telah pergi menyahut panggilan Illahi.... (Gambar kenangan arwah bersama cucu dambaan jiwanya, bukti kasih sayang dan pengorbanan seorang tua....... the best datuk I ever know)

Sabtu, Ogos 22, 2009

1 Ramadhan Di Pusara Kasih


Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, pusara 3 insan tercinta aku kunjungi sebelum Ramadhan. Tapi tak tau kenapa tahun 2009 ni aku agak kelewatan menziarahi pusara mereka ini. Kain putih untuk batu nesan telah lama aku sediakan untuk ku ganti yang baru sebagaimana setiap tahun. Air yasin untuk ku siram di pusara juga sudah sedia menuggu hanya yang perlu bunga rampai untuk kami tabur di pusara nanti akan disediakan oleh puteri ku, Hani untuk mereka.

Hari pertama ibadah puasa untuk tahun 1430H telah jatuh pada 22.08.2009, aku tidak pernah ke pusara waktu begini, namun kerana kami kesuntukkan waktu maka pusara Ayahda Bonda dan kekanda ku hanya sempat kami ziarahi petang ini. Betapa rasa bersalahnya aku pada mereka.... Subhanallah..... aku bermohon sekiranya adalah saudara-saudara ku (abang dan kakak ku) yang telah lebih dulu menziarahi pusara mereka agar dapatlah diterangi pusara ini dari rumput yang meliar dan melata. Biar doa dan sedekah sering dikirim untuk mereka namun hati tidak pernah puas andai tidak melihat sendiri pusara mereka, ianya seakan melerai rindu terbuku sekian lama terubat..... walau wajah mereka tidak dapat ditatap namun tanah dan batu nesan yang menutupi jasab hamba-hamba Allah yang telah bersemadi ini seakan menggambarkan wajah mereka dikelopak mata ku......